banner

Sunday, September 23, 2012

Keutamaan shalat 5 waktu dan wajib shalat 5 waktu


KEUTAMAAN MENJAGA SHALAT LIMA WAKTU

disusun oleh ust Herudin

Menjaga shalat lima adalah kewajiban bagi setiap mukmin dan muslim. Meskipun sangat berat  rintangannya. Sehingga hanya mukmin dan muslim yang khusyu’ yang mampu menjaganya dengan baik. Karena menjaga shalat lima waktu merupakan perintah Alloh SWT.
Alloh SWT berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ ( البقرة: 238 )

 “Jagalah seluruh shalat 5 ( lima ) waktu dan sholat wustho. Sholatlah karena Alloh dengan khusyu’.” ( Q.S. Al - Baqoroh: 238 )

وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ (45)

“Dan sesungguhnya shalat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`.” ( Q.S. Al-Baqoroh: 45 )  
Akan tetapi, shalat lima waktu yang dijaga oleh setiap mukmin dan muslim, tidak akan sia-sia. Karena Alloh SWT akan membalas dengan sebaik-baik pahala.  Mereka akan memperoleh beberapa keutamaan. Antara lain:
1.                  Mendapatkan janji sorga.
Rasululloh SAW telah meriwayatkan Firman Alloh dalam hadis Qudsi:

عن أَبَى قَتَادَةَ بنَ رَبْعِيَ قال: قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: قال الله عَزّوَجَلّ: إِنّي فَرَضْتُ عَلَى أُمّتِكَ خَمْسَ صلَواتٍ وَعَهِدْتُ عِنْدي عَهْداً أَنّهُ مَنْ جَاءَ يُحَافِظُ عَلَيْهِنّ لِوَقْتِهِنّ أَدْخَلْتُهُ الْجَنّةَ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلِيْهِنّ فَلاَ عَهْدَ لَهُ عِنْدِي ( سنن أبي داود )

Dari Abu Qotadah, Rasululloh SAW bersabda, Alloh SWT berfirman,“Aku wajibkan pada umatmu sholat 5 waktu.Dan Aku membuat satu perjanjian,“Orang yang menjaga sholat 5 waktu,maka akan Aku masukkan ke dalam sorga.Siapa yang tidak menjaganya,maka Aku tak menjanjikannya.”( HR.Abu Daud )[1]


2.                  Mendapatkan pahala seluruh malaiakat.
Sahabat Muadz bin Jabal dan Jabir bin Abdulloh r.a. meriwayatkan, bahwa ketika Nabi Muhammad SAW diperjalankan ke langit pada malam Isra’ Mi’raj, beliau menyaksikan ibadah para malaikat penghuni tujuh langit.
            Pada langit pertama, beliau menyaksikan para malaikat terus menerus berdzikir kepada Alloh SWT semenjak mereka diciptakan.
            Pada langit kedua, beliau menyaksikan para malaikat terus menerus ruku’ semenjak mereka diciptakan.
            Pada langit ketiga, beliau menyaksikan para malaikat terus menerus sujud semenjak mereka diciptakan. Pada saat beliau memberikan salam, mereka bangkit dan menjawabnya. Kemudian mereka pun melanjutkan sujudnya kembali sampai hari kiamat. Karena itulah, shalat yang dilakukan saat ini juga memerlukan sujud dua kali pada tiap rakaatnya.
            Pada langit keempat, beliau menyaksikan para malaikat terus menerus duduk tasyahud.
            Pada langit kelima, beliau menyaksikan para malaikat terus menerus membaca tasbih.
            Pada langit keenam, beliau menyaksikan para malaikat terus menerus membaca takbir dan tahlil.
            Pada langit ketujuh, beliau menyaksikan para malaikat terus menerus melakkan penyerahan diri semenjak mereka diciptakan.
            Menyaksikan peribadahan para malaikat yang begitu menakjubkan ini, dalam hati, Nabi SAW terbersit keinginan, “Betapa senangnya apabila diriku dan seluruh umatku dapat melakukan ibadah seperti yang dilakukan oleh para malaikat penghuni tujuh langit.”
            Alloh Maha Tahu. Dia rangkaikan semua gerakan ibadah yang telah diperagakan para malaikat penghuni tujuh langit dalam bentuk shalat. Alloh SWT berfirman, “Siapa yang mengerjakan shalat 5 ( lima ) waktu, maka akan memperoleh pahala seperti pahala peribadatan yang dilakukan oleh para malaikat tujuh langit.”
3.                  Di ampuni dosa-dosa yang diperbuat antara satu shalat dan shalat lainnya.
Shalat juga menjadi pelebur dari beberapa dosa yang dilakukan antara jarak waktu shalat yang satu dan lainnya. Yaitu beberapa dosa pribadi yang mempunyai hubungan langsung dengan Alloh SWT.
 عنْ أبي هريرةَ  أنهُ سَمِعَ رسولَ اللّهِ صلى الله عليه وسلم يقولُ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ أنَّ نَهَراً بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ مَاذَا تَقُوْلُوْنَ ذَلِكَ مَبْقِياًّ مِنْ دَرَنِه ِ؟  قَالُوْا: لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ قَالَ: كَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا (  سنن الدارمى )

Dari Abu Hurairoh, Rasululloh SAW bersabda,  “Bagaimana pendapat kalian, apabila didepan pintu rumah terdapat sebuah danau yang dipergunakan seseorang untuk mandi lima kali sehari ? Apakah masih tersisa kotorannya ? Sahabat - sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikitpun kotoran.” Rasululloh SAW melanjutkan sabdanya, “Demikianlah perumpamaan sholat lima waktu.. Alloh akan menghapus kesalahan - kesalahan dengan shalat.” ( HR. Ad-Darimi )[2]
            Di samping itu, juga akan mendapatkan beberapa keuntungan dari masing-masing shalat. Karena masing - masing dari shalat lima waktu juga mempunyai beberapa keistimewaan dan keutamaan sendiri - sendiri. Di antaranya adalah:
1)      Shalat Ashar
a)      Mendapatkan keuntungan akhirat yang sangat besar.

 عن ابْنِ عُمَرَ أَنّ رَسُولَ اللّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: إِنّ الّذِي تَفُوتُهُ صَلاَةُ الْعَصْرِ فَكَأَنّمَا وُتِرَ أَهْلُهُ وَمالُهُ  ( سنن ابن ماجه )
Dari Ibnu Umar r.a, Rasululloh SAW bersabda: “Orang yang tertinggal / tidak mengerjakan sholat Asar, maka seperti orang yang telah  musnah keluarga dan hartanya.” ( HR. Ibnu Majah )[3]
b)      Mendapatkan jaminan sorga

عنْ أبي موسىَ قالَ: قالَ رسولُ اللّهِ صلى الله عليه وسلم: منْ صلّى البَرْدَيْنِ دَخَلَ الجنةَ   قيل لأبي محمدٍ: ما البَرْدَيْنِ قالَ الغداةُ والعصرُ (  سنن الدارمى )
Dari Abu Musa, Rasululloh SAW bersabda, “Siapa yang shalat di dua waktu teduh, maka masuk sorga.” ( HR. Ad-Darimi )
Abu Muhammad menerangkan, “Dua shalat di waktu teduh adalah shalat pagi hari ( subuh ) dan Ashar.”[4]
c)      Berada dalam naungan Alloh SWT
عنْ أبي هريرةَ أنّ رسولَ اللّهِ صلى الله عليه وسلم قالَ: منْ صلّى الصبحَ فهوَ في جوارِ اللّهِ  فَلاَ تخفروا اللّهَ في جارِهِ ومنْ صلّى العصرَ فَهُوَ في جوارِ اللّهِ فَلاَ تخفروا اللّهَ في جارِهِ  (  سنن الدارمى ) 
 قال أبو محمدٍ: إذا أمّنَ ولمْ يفِ فَقَدْ غَدَرَ واخفرَ 
Dari Abu Hurairoh, Rasululloh SAW bersabda, “ Siapa yang shalat Subuh, maka berada dalam naungan Alloh. Oleh karenanya jangan mengkhianati Alloh dalam naungannya. Siapa yang shalat Ashar, maka berada dalam naungan Alloh. Oleh karenanya jangan mengkhianati Alloh dalam naungannya.” ( HR. Ad-Darimi ) [5]
Abu Muhammad menerangkan, “Siapa yang merasa aman dan tidak melaksanakannya, maka telah berkhianat.”
Sedangkan ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat Ashar ialah akan dihapus catatan amalnya.
 عن  بُريدَةَ   فإِنّ النبيّ صلى الله عليه وسلم قال:  مَن تَركَ صلاةَ العصرِ فقد حَبِطَ عملُه ( صحيح البخاري )
Dari Buraidah, Rasululloh SAW bersabda, “Siapa yang meninggalkan shalat Ashar, maka telah hilang amalnya.” ( HR. Bukhori )[6]

2)      Shalat Maghrib
Orang yang menjaga shalat Maghrib, akan selalu berada dalam kesucian / fitrahnya sebagai makhluk Alloh SWT.

عَنِ الْعَبّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطّلِبِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللّهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ تَزَالُ أُمّتِي عَلَى الْفِطْرَةِ مَا لَمْ يُؤَخّرُوا الْمَغْرِبَ حَتّى تَشْتَبِكَ النّجُومُ  ( سنن ابن ماجه )
Dari Abbas bin Abdul Mutallib, Rasululloh SAW bersabda, “Umatku akan selalu dalam keadaan fitroh / suci agamanya bila mengerjakan shalat maghrib sebelum bintang-bintang bertebaran.” ( HR. Ibnu Majah )[7]
3)      Shalat Isya dan Subuh
Orang yang melaksanakan sholat Isya’ dan Subuh akan memperoleh pahala yang sangat besar. Terutama jika dilakukan secara berjama’ah. Yaitu seperti pahala melaksanakan shalat ( sunah ) separoh malam untuk shalat Isya dan seperti pahala melaksanakan shalat ( sunah ) sepenuh malam untuk shalat Subuh.

عنْ عثمانَ قالَ: قالَ رسولُ اللّهِ صلى الله عليه وسلم: مَنْ صَلَّى الْعِشآءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ  وَمَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ ( سنن الدارمى )
Dari Utsman bin Affan, Rasululloh SAW bersabda, “Orang yang sholat Isya berjama’ah seakan telah berdiri sholat separuh malam. Dan orang yang sholat Subuh berjama’ah seakan telah mengerjakan sholat semalam penuh.” ( HR. Ad-Darimi )[8]  

ANCAMAN MENINGGALKAN SHALAT
Umat Islam zaman sekarang, begitu banyak yang meninggalkan shalat lima waktu. Sebagian di antaranya ada yang meninggalkan sebagiannya. Perbuatan ini sangat membahayakan agamanya. Terutama keimanannya kepada Alloh SWT. Karena shalat merupakan salah satu cara untuk menjaga keimanan. Sebagai pondasi agama Islam. Sejumlah 66 kata shalat telah disebutkan dalam Al-Qur’an. Namun begitu, masih banyak Umat Islam yang belum melaksanakannya. Dengan berbagai macam alasan dan argumentasi. Sedangkan Alloh SWT berulangkali memerintahkannya.  Memberikan ancaman untuk yang meninggalkannya. Ancaman-ancaman itu antara lain:
1)                  Telah bertindak kufur.

 عنَ جابرٍ قالَ قالَ رسولُ اللّهِ صلى الله عليه وسلم: لَيْسَ بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ  أَوْ  بَيْنَ الْكُفْرِ إِلاَّ تَرْكُ الصَّلاَةِ  ( سنن ابن ماجه )
 قالَ أبو محمدٍ: العبدُ إذا تركَهَا من غير عذرٍ وعلةٍ لاَ بُدّ مِنْ أنْ يقالَ بِهِ كفرٌ ولَمْ يصفِ الكفرَ                
Dari Jabir r.a., Rasululloh SAW bersabda: “Perbedaan antara hamba Alloh dan kemusyrikan atau kekufuran terletak pada pelaksanaan shalat atau tidak.” ( HR. Ibnu Majah )[9]
Menurut Imam Abu Ahmad, seorang hamba Alloh yang meninggalkan shalat tidak disebabkab uzur atau penyakit,  maka dia mesti dikafirkan. Meski pun bukan orang kafir asli.”

عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّهِ صلى الله عليه وسلم: إِنّ الْعَهْدَ الّذِي بَـيْنَنَا وَبَـيْنَهُمُ الصّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ ( سنن أبي داود )
Dari Buraidah r.a, Rasululloh SAW bersabda, “Janji yang terikat antara kami ( utusan Alloh ) dan mereka ( umat Islam ) adalah shalat. Siapa yang meninggalkannya, maka dia telah kufur. ( HR. Abu Daud )[10]

2)                  Menjadi Penghuni Neraka Wail.
Alloh SWT berfirman:

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ( الماعون: 4 - 5 )
“Maka Neraka Waillah bagi orang-orang yang shalat. ( Yaitu ) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” ( Q.S. Al-Ma’un: 4-5 )

3)                  Termasuk kelompok munafik
Orang yang mengerjakan shalat dengan malas, setelah mengetahui kewajibannya, sehingga meninggalkan sebagiannya, maka telah dianggap sebagai orang munafik.
Alloh SWT berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا( النسآء: 142 )
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah. Dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya ( dengan shalat ) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” ( Q.S. An-Nisa: 142 )

4)                  Namanya akan tercatat di pintu neraka

وَفِى الْحَدِيْثِ: اِذَاتَرَكَ الرَّجُلُ فَرِيْضَةً وَاحِدَةً مُتَعَمِّدًا كُتِبَ اسْمُهُ عَلَى بَابِ النَّارِ فُلاَنٌ بْنُ فُلاَنٍ لاَبُدَّ لَهُ مِنْ دُخُرْلِ النَّارِ
Dalam hadis disabdakan: “Ketika seseorang meninggalkan satu kefardhuan dengan sengaja, maka namanya tercatat di pintu neraka ‘fulan bin fulan. Kepastian untuknya masuk neraka.”[11]
DOSA MENINGGALKAN SHALAT

Pada suatu senja yang lengang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yg serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu  lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai  tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik."Katakanlah jangan ragu-ragu!"desak Nabi Musa.Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya cekik lehernya sampai tewas", ucap  wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik  "Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi !" teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancurluluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar  dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril  lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu? "Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada  Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas."Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran. "Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari  pada seribu kali berzina". Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian  memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sholat itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintahTuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak  untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan  menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan Yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.  Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat  sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa  dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu  tahun terdiri  dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah. saudaraku akhirat itu nyata dan yakinlah kita akan menuju kesana dan bekal yang harus kita bawa hanyalah Iman dan amal soleh, harta benda yang kita cari mati-matian di dunIa ini tidak mungkin akan kita bawa, anak istri kita yang kita sayangipun tidak bisa menolong kita,mau apa lagi saudaraku,hidup itu sebentar akan kah kita sia-siakan hidup yg sebentar ini. Subhanakallahumma wabihamdika asyadu'alailahaillaanta,astagfirukawa'atubuilaik.Wassalam



[1]  HR. Abu Daud, dalam Sunannya, dari Abu Sa’id Al - A’robi, dari Muhammad bin Abdul Malik bin Yazid Ar - Rowwas ( kinyah: Abu Usamah ), dari Abu Daud, dari Haiwah bin Syuraih Al - misri, dari Baqiyyah, dari  Dhobaroh bin Abdulloh bin Abu Sulaik Al - Alhani, dari Ibnu Nafi’, dari Ibnu Syihab Az-zuhri, dari Ibnu Musayyab, dari Qotadah bin Rob’i.
[2] HR. Ad-Darimi, dalam Sunannya, dari Abdulloh bin Sholeh, dari Al-Laits, dari Yazid bin Abdulloh, dari Muhammad bin Ibrohim, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairoh.
[3] HR. Ibnu Majah, dalam Sunannya, dari Hisyam bin Ammar, dari Sufyan bin Uyainah, dari Az-Zuhri, dari Salim, dari Ibnu Umar.
[4] HR. Ad-Darimi, dalam Sunannya, bab: 312, Fadhilah Shalat Pagi dan Ashar, No.: 1431, dari Affan, dari Hammam, dari Abu Hamzah, dari Abu Bakar bin Abu Musa, dari Abu Musa.
[5] HR. Ad-Darimi, dalam Sunannya, No.: 1432, dari Yahya bin Hisan, dari Sulaiman bin Bilal, dari Ibrohim, dari Abu Usaid, dari kakeknya, dari Abu Hurairoh.
[6] HR. Bukhori, dalam Shohihnya, bab: 373, Orang Yang Meninggalkan Shalat Ashar, No. 543, dari Muslim bin Ibrohim, dari Hisyam, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Qolabah, dari Abul Malih, dari Buraidah. Dan Buraidah selalu berseru, “Segeralah ! Segeralah shalat Ashar ! Karena Rasululloh SAW bersabda ( al-hadis ).
[7] HR. Ibnu Majah, dalam Sunannya, dari Muhammad bin Yahya, dari Ibrohim bin Musa, dari Abbad bin Awwam, dari Umar bin Ibrohim, dari Qotadah, dari Hasan, dari Ahnaf bin Qois, dari Abbas bin Abdul Mutallib.
[8] HR. Ad-Darimi, dalam Sunannya, dari Muhammad bin yusuf, dari Sufyan bin Abu Sahl ( Abu Na’im ), dari Sufyan, dari Usman bin Hakim, dari Abdurrohman bin Abu Amroh, dari Usman
[9] HR. Ibnu Majah, dalam Suananya, dari Abu Ashim, dari Ibnu Juraij, dari Abu Zubair, dari Jabir.
[10] HR. Abu Daud, dalam Sunannya, dari Husain bin Huraits, dari Al-Fadhl bin Musa, dari Husain bin waqid, dari Abdulloh bin Buraidah, dari Buraidah.
[11]Hasyiyah Ahmad Maihi Asy-Syaibani, Asy-Syaibani, Syarah Sittina Mas’alatan Lisyaikh Romli, Thoha Putra, Semarang.

tags :
agama islam, ilmu agama, tata cara sholat, kewajiban sholat,

0 komentar:

Post a Comment